Dibalik kaca Jendela
Dibalik kaca Jendela
Hari ini
Hari dimana aku lupa seperti apa indahnya dunia
Saat kutengok kembai jendela kaca kelabu rumahku
Tertutup debu,dan karat rasa tak tahu
Hanya angin lirih berkata pelan padaku
Membawa pesan duka,tentang semesta yang tengah lara
Adakah sepoinya ini berkata sebenarnya?
Atau hanyalah dusta,Tentang bualan gelapnya dunia
Menjerit,Memekik menahan lara
Tertindih beban sukma dan derita ...Katanya
Kembali kuingat sepenggal frasa
“Mana ada negeri sedamai negriku?:
Haha...Damai yang mana?
Rudal saja menghantam rumah rumah Rab-nya
Mortar,letup peluru... menembus dada anak tak berdosa
Clurit dan sabit memenggal leher kawan lama
Lihatah,saat Kurawa membunuh para pandawa
Seperti kera bodoh tak tau aksara
Tak kalah pedih mata ini melihatnya
Alim ulama.menjual kalam firman Tuhannya
Pemuda ledakkan diri atas Nama Rab nya
Katanya lagi....itu demi surga
Tapi surga yang mana? adakah itu perintah Tuhan?
Tapi itu Tuhan yang mana?
Disisi lain angin ini berkata.....
Dibodohkan kilau dunia para pemimpinya
Matanya dibutakan harta permata pun tahta
Lihatlah saat rakyatnya memekik meminta upa
Hanya bualan kosong dari mulut berbusa yang diberinya
Hanya do’a ini kupintakan padaNya
Jadikanlah negeri ini negeri aman sentosa
Damai,cinta kasih para penduduknya
Jikalau pun iitu bukan tuk jamanku
Setidaknya... Ijabahlah pintaku tuk anak cucuku
Agar mereka tahu,betapa pemurahnya Rab tercintaku
Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr
Kini kembali kupandang dunia
Dari balik kaca cendela
![]() |
KP,20 Januari 2017
Amar Ma’ruf PJ
Dibalik kaca Jendela
Reviewed by Unknown
on
02.05
Rating:
Reviewed by Unknown
on
02.05
Rating:


Tidak ada komentar: